Bab I
Kisah Sang Naga dari
Timur
16 Januari 2040
Istana Aurelius, kerajaan
Magellan, Benua Timur
“Jangan
sampai Anda menginjak ekor naga, Tuan-Tuan” kata seorang lelaki dari sudut meja
panjang. Beberapa orang yang ada di ruangan menatapnya. Seorang wanita anggun
menoleh sekilas, mengangguk tak kentara.
“Bagaimanapun
Pangeran Augustus harus melihat kepentingan kerajaan, Alexis. Lagipula Yang
Mulia Ratu sudah memaklumkan bahwa setiap perusahaan di negara ini harus
menggunakan teknologi All Seer.”
“Silakan.
Tapi bukan saya yang harus menyampaikannya pada Pangeran Agustus” sahut pria
yang dipanggil Alexis.
“Jika
Pangeran Augustus tidak mengidahkan keputusan Yang Mulia Ratu, dia akan
berhadapan dengan elit Spartian.” Kata pria berseragam militer. Alexis
tersenyum. Tak menjawab.
“Yang
Mulia. Anda harus memaksa Pangeran Augustus.” Kata seorang wanita separuh baya
di samping pria berseragam militer. Hadirin menganguk setuju. Menoleh ke arah
wanita anggun yang duduk di ujung meja.
“Apakah
Yang Mulia akan menempatkan diri Yang Mulia di hadapan Pangeran Augustus?”
tanya seorang lelaki beruban di samping wanita yang dipanggil Yang Mulia itu.
Tenang.
“Dewan
Perang akan mendukung Yang Mulia sepenuhnya”
“Dewan
Kabinet akan mengikuti Yang Mulia”
“Tuan-tuan
pikir dewan perang dan kabinet akan dianggap ancaman oleh Pangeran Augustus?”
tanya Alexis. Bahkan Ratu Aerylinn lebih memilih menarik Pangeran Augustus
sebagai mitra setara alih-alih mengintimidasinya dengan kekuasaan.
“Carcer
Caelestis lebih menakutkan dari neraka apapun di dunia ini, Tuan-Tuan. Dan Anda
akan memadamkan lautan api dengan secangkir teh?”
Kantor
pusat Andromeda. Ramai seperti biasanya. Karyawan dengan map di tangan,
beberapa orang tua berjas yang berjalan sambil berdiskusi, juga seorang wanita
cantik yang mendelik dan mengacungkan jarinya pada 3 orang karyawan muda di
depannya.
“Ini
kunjungan pertama Anda, Yang Mulia” kata Alexis pada pria muda di sampingnya.
“Aku
ingin melihat bagaimana Andromeda bertarung di elit global.” Sahut si pemuda.
“Anda
bergurau, Yang Mulia. Mereka tahu Andromeda di bawah perlindungan Anda, Magellan
pasti berpikir dua kali untuk mengintervensi gerakan Andomeda.” Kata Alexis.
“Tentang
integrasi All Seer, Yang Mulia...”
“Sampah”
Alexis tersenyum. Menggelengkan kepalanya.
“Kita
akan memulai proyek Alamut, Yang Mulia? Medio April ini Sky Street sudah
memulai konferensinya”
“Beberapa
Menteri sudah di Cyclon Suite, Yang Mulia” kata seorang wanita di belakang si
pria.
“Alexis”
“Yang
Mulia,”
“Astra
Maxima. Dan jangan lupakan Jenderal Gonagall” kata Pangeran Augustus
“Baik,
Yang Mulia” kata Alexis.
“Sampaikan
pada para menteri, Yang Mulia Augustus mempunyai hal lain yang perlu
diselesaikan” kata alexis pada wanita di sampingnya.
“Baik,
Tuan Alexis”